Diet Untuk Penderita Batu Ginjal

Diet Untuk Penderita Batu Ginjal, diet ginjal

Bagi penderita batu ginjal mengatur pola makan merupakan hal yang wajib untuk mengurangi/mencegah terbetuknya kembali batu ginjal
Berikut ini adalah beberapa Tips diet yang disarankan untuk penderita batu ginjal, 


1. Perbanyak minum air putih
Air adalah diet paling penting untuk mencegah batu ginjal, karena komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil. Penderita batu ginjal disarankan untuk buang air kecil sekitar 2,5 liter dalam sehari, sehingga harus minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Jika cuaca panas atau sedang banyak aktivitas, konsumsi air harus diperbanyak supaya lebih sering buang air kecil.

2. Batasi kalsium
Biasanya tubuh tidak akan menyerap kalsium melebihi yang dibutuhkan. Namun pada kondisi tertentu misalnya hipercalciuria, kelebihan kalsium dibuang melalui ginjal dalam bentuk air kencing. Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi asupan kalsium maksimal 800 mg/hari untuk pria dan 1.200 mg/hari untuk wanita.
Kalsium banyak terdapat pada sayuran hijau, susu dan berbagai produk olahan berbahan susu. Kalsium pada susu lebih mudah diserap usus dibandingkan pada sayuran hijau.

3. Batasi oksalat
Bersama kalsium, oksalat (asam yg mengandung satuan COO2) dapat membentuk kristal penyebab batu ginjal. Oleh karena itu, penderita batu ginjal disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghindari sama sekali makanan yang banyak mengandung oksalat. Di antaranya adalah bayam, strawberry, cokelat, gandum, biji-bijian dan teh.
Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi konsumsi oksalat tidak lebih dari 50 mg/hari.

4. Batasi garam dan protein nabati
Membatasi konsumsi garam natrium dapat mengurangi jumlah kalsium yang dikeluarkan lewat ginjal. Oleh karena itu jika yang terbentuk adalah batu kalsium, maka konsumsi garam natrium sebaiknya dibatasi antara 2.500-3.500 mg/hari.
Sementara protein hewani bisa memicu beberapa jenis mineral di urine untuk membentuk batu ginjal. Karena itu penderita batu ginjal harus menggantikannya dengan protein nabati.

5. Perbanyak serat tidak larut
Ada 2 jenis serat yakni serat yang larut dan serat yang tak larut, masing-masing memiliki fungsi yang sama penting di dalam tubuh. Tetapi dalam hal ini, serat tak larut yang terdapat pada gandum, padi dan terigu bisa mengurangi kadar kalsium dalam urine. Serat tersebut mengikat kalsium ketika berada di usus, sehingga tidak dikeluarkan melalui ginjal.

6. Batasi konsumsi vitamin C
Salah satu hasil metabolisme vitamin C adalah oksalat. Karena oksalat bisa membentuk kristal, maka penderita batu ginjal harus membatasi asupan vitamin C.

Iklan

6 Cara Simpel Turunkan Kolesterol Jahat

KOMPAS.com — Kolesterol memang ada yang jahat dan baik. Bagaimana bila kolesterol  jahat dalam tubuh Anda termasuk tinggi? Anda tentu harus waspada karena ancaman penyakit jantung dan pembuluh darah akan mengintai.

Kadangkala Anda merasa sudah melakukan yang terbaik untuk menurunkan kolesterol, tapi tetap tidak berhasil. Mungkin ada pula di antara Anda yang sudah mencoba obat penurun kolesterol sebagai salah satu cara menurunan kolesterol yang kelewat tinggi, tapi bagaimana dengan pola makan Anda? Sudahkah Anda mengubahnya menjadi lebih sehat? Karena meskipun dengan pengobatan, tapi tanpa pola makan yang benar, kolesterol bisa tetap tinggi.

Tahukah Anda bahwa Anda bisa mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh sebanyak 10-20 persen hanya dengan mengubah pola makan sehingga makanan Anda menjadi rendah kolesterol.

Lalu, bagaimana Anda bisa tahu makanan yang bisa membuat kolesterol Anda turun? Nah… mari lihat tips simpel berikut ini

1. Perbanyak konsumsi makanan yang berkolesterol rendah, seperti kacang kedelai, kacang merah, tahu, tempe, buah segar, gandum, sayuran, dan jus sayuran.

2.  Buatlah oatmeal untuk sarapan pagi karena para banyak penelitian telah membuktikan bahwa oatmeal sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol Anda.

3. Gantilah telur yang biasa Anda konsumsi dengan telur rendah kolesterol, telur ini bisa Anda dapatkan di supermarket atau di pasar.

4. Cobalah ubah kebiasaan Anda yang senang mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak, seperti fetucini bersaus krim, makanan berkuah santan, gorengan dan jeroan, dengan beragam sayuran yang ditumis dengan sedikit minyak.

5. Perbanyak variasi makanan Anda dengan mengonsumsi seledri, daun kemangi, dan ketumbar.

6. Ganti pemakaian margarin dan minyak yang kurang sehat dengan minyak yang lebih baik untuk kolesterol Anda, seperti minyak kelapa.

sumber :  health.kompas.com

Diet Untuk Penderita Ginjal Kronik

Diet Untuk Penderita Ginjal Kronik, diet ginjal

pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal yang cukup nyata dan berlangsung lama. Pelaksanaan diet diperlukan untuk mencukupi asupan makanan dengan gizi seimbang tanpa memperberat fungsi ginjal, serta mencegah atau meminimalkan laju kerusakan ginjal.

Diet pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik pada dasarnya mencoba memperlambat penurunan fungsi ginjal lebih lanjut dengan cara mengurang beban kerja nephron dan menurunkan kadar ureum darah. Standar diet pada Penyakit Ginjal Kronik Pre Dialisis dengan terapi konservatif adalah sebagai berikut:

1. Syarat Dalam Menyusun Diet

Energi 35 kkal/kg BB, pada geriatri dimana umur > 60 tahun cukup 30 kkal/kg BB, dengan ketentuan dan komposisi sebagai berikut:

– Karbohidrat sebagai sumber tenaga, 50-60 % dari total kalori
– Protein untuk pemeliharaan jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak sebesar 0,6 g/kg BB. Apabila asupan energi tidak tercapai, protein dapat diberikan sampai dengan
0,75 g/kg BB. Protein diberikan lebih rendah dari kebutuhan normal, oleh karena itu diet ini biasa disebut Diet Rendah Protein. Pada waktu yang lalu, anjuran protein bernilai biologi tinggi/hewani hingga ≥ 60 %, akan tetapi pada saat ini anjuran cukup 50 %. Saatini protein hewani dapat dapat disubstitusi dengan protein nabati yang berasal dari olahan kedelai sebagai lauk pauk untuk variasi menu.
– Lemak untuk mencukupi kebutuhan energi diperlukan ± 30 % diutamakan lemak tidak jenuh.
– Kebutuhan cairan disesuaikan dengan jumlah pengeluaran urine sehari ditambah IWL ±
500 ml.
– Garam  disesuaikan  dengan  ada  tidaknya  hipertensi  serta  penumpukan  cairan  dalam tubuh. Pembatasan garam berkisar 2,5-7,6 g/hari setara dengan 1000-3000 mg Na/hari.
– Kalium disesuaikan dengan kondisi ada tidaknya hiperkalemia 40-70 meq/hari
– Fosfor yang dianjurkan ≤ 10 mg/kg BB/hari
– Kalsium 1400-1600 mg/hari

2. Bahan Makanan yang Dianjurkan
– Sumber Karbohidrat: nasi, bihun, mie, makaroni, jagng, roti, kwethiau, kentang, tepung- tepungan, madu, sirup, permen, dan gula.
– Sumber Protein Hewani: telur, susu, daging, ikan, ayam.
Bahan Makanan Pengganti Protein Hewani
Hasil olahan kacang kedele yaitu tempe, tahu, susu kacang kedele, dapat dipakai sebagai pengganti protein hewani untuk pasien yang menyukai sebagai variasi menu atau untuk pasien vegetarian asalkan kebutuhan protein tetap diperhitungkan. Beberapa kebaikan dan kelemahan sumber protein nabati untuk pasien penyakit ginjal kronik akan dibahas.
– Sumber Lemak: minyak kelapa, minyak jagung, minyak kedele, margarine rendah garam, mentega.
– Sumber Vitamin dan Mineral
Semua sayur dan buah, kecuali jika pasien mengalami hipekalemi perlu menghindari buah dan sayur tinggi kalium dan perlu pengelolaan khusus yaitu dengan cara merendam sayur dan buah dalam air hangat selama 2 jam, setelah itu air rendaman dibuang, sayur/buah dicuci kembali dengan air yang mengalir dan untuk buah dapat dimasak menjadi stup buah/coktail buah.
3. Bahan Makanan yang Dihindari
– Sumber Vitamin dan Mineral
Hindari  sayur  dan  buah  tinggi  kalium  jika  pasien  mengalami  hiperkalemi.  Bahan makanan tinggi kalium diantaranya adalah bayam, gambas, daun singkong, leci, daun pepaya, kelapa muda, pisang, durian, dan nangka.
Hindari/batasi makanan tinggi natrium jika pasien hipertensi, udema dan asites. Bahan makanan tinggi natrium diantaranya adalah garam, vetsin, penyedap rasa/kaldu kering, makanan yang diawetkan, dikalengkan dan diasinkan.

Diet Untuk Mencegah Batu Ginjal

Diet Untuk Mencegah Batu Ginjal, diet ginjal

Diet untuk mencegah batu ginjal sebenarnya tidak begitu khusus dan spesial, intinya adalah hanya membatasi mengkonsumsi produk makanan yang mengandung senyawa/zat  kalsium, oksalat, fosfat,. Mengapa begitu?

Karena jika kita selalu mengkonsumsi berlebihan makanan yang mengandung senyawa/zat tersebut, akan berpotensi terbentuknya batu ginjal.

Berikut ini adalah diet yang bisa kita lakukan untuk menghindari penyakit batu ginjal :

1. Mengurangi makanan sumber kalsium, oksalat, fosfat, dan urat

Sumber kalsium : susu, ikan teri, produk olahan susu
Sumber oksalat : sayuran hijau, kentang, ubi, anggur, lobak, almond, cokelat, teh
Sumber fosfat : susu, daging
Sumber urat : asparagus, jamur, brokoli, bayam
Mengurangi bukan berarti tidak boleh mengkonsumsinya sama sekali. Seperti yang sudah dijelaskan, semua senyawa ini penting untuk tubuh kita, namun harus sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.

2. Perbanyak minum air putih

Minum air putih sedikit-sedikit namun sering. Hal ini dilakukan untuk menjaga volume urin yang akan dikeluarkan oleh tubuh kita.
Itulah pembahasan mengenai cara untuk mencegah batu ginjal. Tidak ada kata terlambat untuk menjaga kesehatan. Ingat, kesehatan itu mahal harganya.

USG Ginjal

USG Ginjal

USG Ginjal, pengertian usg ginjal

Pengertian USG Ginjal adalah tes non-invasif menggunakan transduser yang memproduksi gelombang suara yang memantul dari ginjal dan mentransmisikan gambar organ pada layar video. Tes ini digunakan untuk menentukan ukuran dan bentuk ginjal, dan untuk mendeteksi massa, batu ginjal, kista, atau obstruksi dan kelainan lainnya. Istilah yang mungkin terkait dengan USG Ginjal :

  • Kista Ginjal
  • Penyakit Ginjal Polikistik
  • Angiografi Ginjal
  • Batu Ginjal
  • Gagal Ginjal Kronis

Gejala Ginjal Bermasalah

gejala ginjal bermasalah, ginjal, penyakit ginjal

Gejala penyakit ginjal/Gejala Ginjal Bermasalah untuk tiap orang berbeda dan tidak spesifik, bisa hanya terasa seperti panas di daerah pinggang, nyeri pinggang atau susah kencing, bahkan banyak yang tanpa gejala sama sekali. Cara mengetahui yang akurat sebetulnya mudah : periksa darah (ureum & kreatinin) dan air kencing (urine rutin) di laboratorium. Hasil lab bisa mengindikasikan seberapa baik/buruk fungsi ginjal kita. Banyak minum air putih, beraktivitas (olahraga), tidak duduk terlalu lama bisa menolong untuk menghindarkan gangguan ginjal. Bila diketahui penyakit ginjal masih dalam tahap awal/dini, pengobatannya masih relatif mudah. Hati2 dengan konsumsi obat2an sembarangan atau jamu, karena mungkin obat2an itu akan memperberat kerja ginjal. Jadi sebaiknya obat apapun yang akan dikonsumsi (terutama bagi orang dengan penyakit ginjal) sebaiknya dikonsultasikan ke dokter

Berikut ini merupakan tanda-tanda awal dari penyakit saluran kemih dan ginjal. Yang perlu diperhatikan adalah enam tanda awal, yaitu:

1. sakit pinggang
2. sakit atau susah kalau kencing
3. kencing bercampur darah /nanah
4. sering kencing, terutama diwaktu malam hari
5. bengkak dikelopak mata, tangan atau kaki (terutama pada anak)
6. tekanan darah tinggi

Sakit pinggang dapat berasal dari ginjal atau saluran kemih atas. Intensitas dan macamnya berbeda tergantung dari sebabnya; misalnya kalau terdapat batu diginjal mungkin hanya dirasakan “tidak enak” atau “rasa kemeng” dipinggang. Perlu diperhatikan bahwa kalau keluhan tersebut dirasakan selalu disatu sisi, kemungkinan ada kelainan diginjal besar sekali; sakit kedua pinggang, apalagi kalau makin sakit kalau tubuh dibungkukkan, kebanyakan sebabnya bukan dari ginjal, tetapi dari otot atau tulang belakang.
Sakit yang paling menyebabkan penderitaan adalah kolik ginjal/ureter; sifatnya adalah berkala diselingi fase tanpa sakit. Kalau datang serangan penderita sangat kesakitan yang dapat disertai mual dan tumpah, misalnya paling sering terjadi kalau ada batu kecil disaluran kemih (ureter).
Kelainan dikandung kemih akan menyebabkan rasa tidak enak didaerah perut tengah bawah (suprapubik). Disamping itu dapat juga terjadi penderita sulit kencing atau kalau kencing menetes atau segera ingin kencing lagi.

Sering kencing, terutama diwaktu malam, dapat merupakan tanda awal dari sakit ginjal. Atau sering minum di waktu malam hari. Disarankan untuk minum sebanyak 2L/harinya mulai bangun tidur sampai makan malam, sesudah itu jangan minum lagi.
Pada umumnya wanita kencing rata-rata 3x atau 4x dan pria sekitar 5x atau 6x tiap harinya. Bangun tidur tiap malam untuk kencing 2-3x adalah tidak normal, kecuali kalau minumnya berlebihan atau setiap habis kencing minum lagi (yang merupakan kebiasaan pada beberapa orang). Sering kencing akan terjadi bila volume kandung kemih berkurang misalnya karena infeksi, tumor atau tertekan pada wanita hamil. Pada orang sehat dapat timbul dalam keadaan “stress” karena ketakutan atau rasa jemu. Yang perlu diperhatikan juga adalah jumlah air kemih selama 24 jam; kalau melebihi 3 liter/24 jam merupakan tanda ada sesuatu yang tidak normal.
Kencing darah hampir pasti menunjukkan adanya perdarahan di ginjal atau sepanjang saluran kemih. Tergantung dari banyak perdarahan yang terjadi, darah dalam urin dapat dilihat langsung (disebut “gross hematuria”) kalau jumlahnya banyak, dan kalau jumlahnya sedikit baru dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskop.
Asal perdarahan dapat dari ginjal (kalau dimisalkan sungai dari hulunya), sepanjang saluran kemih (sepanjang aliran sungai) atau dari ujung saluran (muara sungai) dan adalah tugas dokter untuk menentukan asal dan sebab perdarahan tersebut.
Bengkak disekitar kelopak dua mata merupakan tanda khusus sakit ginjal, terutama pada anak-anak; begitu pula bengkak dikedua tangan atau kaki dapat merupakan tanda awal sakit ginjal.
Tanda awal sakit ginjal terakhir yaitu tekanan darah tinggi merupakan problematik tersendiri oleh karena belum ada kesatuan pendapat tentang peranan ginjal dalam patogenesis dari hipertensi pada umumnya; peranan ginjal yang nyata adalah pada apa yang disebut “hipertensi renal”.
Dari keenam tanda awal sakit ginjal tersebut, keluhan tentang kelainan kencing merupakan petunjuk utama buat dokter untuk mencurigai kemungkinan sakit ginjal/saluran kemih. Tambahan pemeriksaan air kemih secara laboratorik sangat membantu dokter untuk membuat diagnosis penyakit penderita.

Penyakit Ginjal

Nefron Ginjal

Nefron Ginjal, nefron



Nefron Ginjal adalah unit terkecil pada ginjal yang mempunyai struktur dan fungsi sebagai penyaring darah yang terletak pada lapisan terluar (korteks) ginjal.
Nefron terdiri atas tubulus (saluran-saluran, terdiri atas tubulus kontortus proksimal dan distal serta tubulus kolektifitus) dan buluh malpighi yang terdiri atas glomelorus (yang tersusun atas banyak pembuluh darah) dan kapsula bowman

Cara kerja nefron :

1. filtrasi
filtrasi dimulai dengan masuknya darah ke glomelorus dan disaring oleh sel endotelium, lalu disaring oleh sel podosit dalam kapsula bowman, jadilah urin primer.

2. Rearbsorsi
Urin primer masuk ke tubulus proksimal untuk mengalami rearbsorsi, yaitu menyerap kembali zat-zat yang maih bermanfaat sehingga menghasilkan urin sekunder.

3. Augmentasi
Proses augmentasi adalah penambahan cairan ke unrin sekunder yang terjadi di tubulus distal lalu menuju tubulus kolektus,
Selesailah tugas nefron, Urin tadi akan ditampung dalam kandung kemih untuk segera diekskresikan ke luar tubuh.

Kista Ginjal

Kista Ginjal, penyakit kista ginjal



Penyakit Kista ginjal adalah kista yang terdapat di ginjal. Kista ini biasanya berkaitan dengan penyakit lainnya yang bisa mengganggu fungsi ginjal. Namun secara umum kista ginjal tidak berkembang menjadi kanker. Seseorang bisa memiliki lebih dari satu kista ginjal. Jadi, jangan berpikiran kista hanya mungkin terjadi di rahim. Kista ginjal yang tidak menimbulkan gejala atau masalah apapun biasanya tidak memerlukan perawatan.

Gejala dan tanda kista ginjal
kista ginjal biasanya tidak menimbulkan tanda atau gejala. Jika kista ginjal sederhana tumbuh cukup besar maka gejala kista ginjal bisa meliputi :
1. Sakit di punggung
2. Demam
3. Sakit perut atas

Faktor resiko terjadinya kista ginjal
Kista ginjal sangat beresiko pada usia lanjut, semakin tua semakin beresiko menderita kista ginjal.

Diagnosa kista ginjal
Untuk mendiagnosa kista ginjal diperlukan pemeriksaan yang meliputi :
1. Tes pencitraan. Yang termasuk tes pencitraan meliputi ultrasound (USG), computerized tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI), sering digunakan untuk diagnosa kista ginjal. Tes pencitraan dapat membantu dokter untuk menentukan apakah massa ginjal termasuk kista atau tumor.
2. Tes darah untuk membuktikan apakah kista ginjal telah mengganggu fungsi ginjal.

Pengobatan kista ginjal
Obat dan terapi kista ginjal tergantung dari gejala dan tanda – tanda yang ditimbulkan akibat kista ginjal tersebut. Jika kista ginjal tidak menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal maka tidak memerlukan pengobatan. Sebaliknya dokter akan menyarankan menjalani tes pencitraan seperti USG secara periodic untuk melihat apakah kista ginjal membesar. Jika perubahan kista ginjal menyebabkan tanda – tanda dan gejala, maka penderita dapat memilih pengobatan saat itu. Kadang – kadang kista ginjal sederhana dapat menghilang dengan sendirinya.
Pengobatan kista ginjal yang menyebabkan tanda dan gejala
Jika kista ginjal sederhana menyebabkan tanda dan gejala, dokter akan merekomendasikan pengobatan.

Pilihan pengobatan termasuk :

  • Menusuk kista dan mengisinya dengan alkohol . Untuk mengecilkan kista, dokter memasukkan jarum , panjang dan tipis melalui kulit hingga menembus dinding kista ginjal. Kemudian cairan dikeringkan (dihisap) dari kista. Selanjutnya, kista ini diisi dengan solusi alkohol untuk mencegah pembentukan kista baru (reformasi). kista mungkin kembali, sehingga prosedur ini disiapkan untuk kondisi ini.
  • Pembedahan untuk mengangkat kista. Sebuah kista besar mungkin memerlukan pembedahan untuk mengeringkan dan mengangkatnya. Untuk mencapai kista, ahli bedah membuat sayatan kecil di kulit dan memasukkan peralatan khusus disertai kamera video kecil. Sambil menonton video di ruang operasi, ahli bedah dengan menggunakan alat yang telah dimasukkan akan mengalirkan cairan dari kista kemudian dinding kista dipotong atau dibakar.

Hati

Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalHuman Hepar.jpgam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Fungsi hati

Berbagai jenis tugas yang dijalankan oleh hati, dilakukan oleh hepatosit. Hingga saat ini belum ditemukan organ lain atau organ buatan atau peralatan yang mampu menggantikan semua fungsi hati. Beberapa fungsi hati dapat digantikan dengan proses dialisis hati, namun teknologi ini masih terus dikembangkan untuk perawatan penderita gagal hati.

Sebagai kelenjar, hati menghasilkan:

  • empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit, berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua, yang kemudian disimpan di dalam kantong empedu atau diekskresi ke duodenum. Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Sekresi empedu berguna untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.
  • sebagian besar asam amino
  • faktor koagulasi I, II, V, VII, IX, X, XI
  • protein C, protein S dan anti-trombin
  • kalsidiol
  • trigliserida melalui lintasan lipogenesis
  • kolesterol
  • insulin-like growth factor 1 (IGF-1), sebuah protein polipeptida yang berperan penting dalam pertumbuhan tubuh dalam masa kanak-kanak dan tetap memiliki efek anabolik pada orang dewasa.
  • enzim arginase yang mengubah arginina menjadi ornitina dan urea. Ornitina yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.
  • trombopoietin, sebuah hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang.
  • Pada triwulan awal pertumbuhan janin, hati merupakan organ utama sintesis sel darah merah, hingga mencapai sekitar sumsum tulang belakang mampu mengambil alih tugas ini.
  • albumin, komponen osmolar utama pada plasma darah.
  • angiotensinogen, sebuah hormon yang berperan untuk meningkatkan tekanan darah ketika diaktivasi oleh renin, sebuah enzim yang disekresi oleh ginjal saat ditengarai kurangnya tekanan darah oleh juxtaglomerular apparatus.
  • enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase dan laktat dehidrogenase

Selain melakukan proses glikolisis dan siklus asam sitrat seperti sel pada umumnya, hati juga berperan dalam metabolisme karbohidrat yang lain:

  • Glukoneogenesis, sintesis glukosa dari beberapa substrat asam amino, asam laktat, asam lemak non ester dan gliserol. Pada manusia dan beberapa jenis mamalia, proses ini tidak dapat mengkonversi gliserol menjadi glukosa. Lintasan dipercepat oleh hormon insulin seiring dengan hormon tri-iodotironina melalui pertambahan laju siklus Cori.[17]
  • Glikogenolisis, lintasan katabolisme glikogen menjadi glukosa untuk kemudian dilepaskan ke darah sebagai respon meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh. Hormon glukagon merupakan stimulator utama kedua lintasan glikogenolisis dan glukoneogenesis menghindarikan tubuh dari simtoma hipoglisemia. Pada model tikus, defisiensi glukagon akan menghambat kedua lintasan ini, namun meningkatkan toleransi glukosa.[18] Lintasan ini, bersama dengan lintasan glukoneogenesis pada saluran pencernaan dikendalikan oleh kelenjar hipotalamus.[19]
  • Glikogenesis, lintasan anabolisme glikogen dari glukosa.

dan pada lintasan katabolisme:

  • degradasi sel darah merah. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi metabolit untuk diekskresi bersama empedu sebagai bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.
  • degradasi insulin dan beberapa hormon lain.
  • degradasi amonia menjadi urea
  • degradasi zat toksin dengan lintasan detoksifikasi, seperti metilasi.

Hati juga mencadangkan beberapa substansi, selain glikogen:

  • vitamin A (cadangan 1–2 tahun)
  • vitamin D (cadangan 1–4 bulan)
  • vitamin B12 (cadangan 1-3 tahun)
  • zat besi
  • zat tembaga.

Regenerasi sel hati

Kemampuan hati untuk melakukan regenerasi merupakan suatu proses yang sangat penting agar hati dapat pulih dari kerusakan yang ditimbulkan dari proses detoksifikasi dan imunologis. Regenerasi tercapai dengan interaksi yang sangat kompleks antara sel yang terdapat dalam hati, antara lain hepatosit, sel Kupffer, sel endotelial sinusoidal, sel Ito dan sel punca; dengan organ ekstra-hepatik, seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, pankreas, duodenum, hipotalamus.

Ancaman Penyakit Kelamin pada Wanita

BlogInspiratif – Secara psikologis dan fisik, wanita memiliki perbedaan dengan kaum pria. Kaum wanita lebih memiliki sensitifitas, baik secara psikologis maupun dari sisi kondisi fisiknya. Oleh karena itu, ada beberapa bagian tubuh dari wanit yang memerlukan penanganan khusus agar tetap dalam kondisi sehat. Salah satu bagian tubuh yang sangat sensitif tersebut terletak pada bagian kelamin wanita.

Hal ini karena bagian kelamin wanita memiliki struktur yang cenderung terbuka. Akibatnya, ancaman resiko terhadap masuknya kuman atau virus yang membahayakan lebih besar daripada ancaman yang menimpa pada kaum pria. Untuk mencegah masuknya bakteri atau kuman melalui bagian kelamin wanita inilah, seorang wanita harus menjaga kebersihan bagian vital tersebut.

Di sisi lain, dengan kondisi tersebut akan lebih baik bagi kaum wanita untuk memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada bagian kelamin wanita tersebut. seperti munculnya perubahan siklus menstruasi yang tidak teratur, munculnya sesuatu di sekitar bagian tersebut atau juga ada perasaan yang tidak wajar yang berasal dari saluran reproduksi wanita tersebut. Secara umum, munculnya beberapa masalah yang berhubungan dengan bagian kelamin wanita pada dasarnya merupakan indikasi terjadinya masalah hormonal. Namun bisa juga hal ini disebabkan proses hubungan seksual yang kurang tepat. Bila menghadapi kondisi tersebut, langkah yang paling tepat adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

Akan lebih baik lagi, jika kita bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin guna mendapatkan pemeriksaan yang lebih teliti. Dengan demikian, kita bisa mengetahui dengan pasti apa penyebab dari masalah yang terjadi pada bagian kelamin wanita terseut. Demikian juga, untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kondisi terkini seperti masalah kesehatan seksual, pencegahan kejahatan seksual serta tips aman tentang perawatan bagian vital perempuan tersebut. Hal inilah yang selama ini belum banyak dilakukan masyarakat.

Mengingat, sebagian besar kaum perempuan di Indonesia masih merasa malu untuk datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Sebab, ada sebuah stigma yang muncul di tengah masyarakat bahwa penyakit yang terjadi pada bagian kelamin wanita adalah penyakit yang diidentikkan dengan perilaku negatif yang dilakukan seseorang. Pemahaman inilah yan harus diubah. Sebab, datang ke dokter spesialis tersebut bukanlah identik dengan perilaku negatif seseorang. Melainkan sebuah upaya untuk menjaga dan merawat kesehatan diri seseorang, khususnya pada bagian kelamin wanita. Dan bagi kaum perempuan yang mengalami masalah kesuburan, merupakan hal yang baik apabila mereka mau berkonsultasi dengan dokter. Sebab, dengan demikian akan didapat sebuah informasi mengenai penyebab masalah kesuburan yang mereka alami. Masalah Kelamin Wanita Sebagai bagian yang rentan, ada beberapa masalah yang kerap muncul pada bagian kelamin wanita. Beberapa jenis masalah yang sering muncul tersebut di antaranya adalah :

1. HPV HPV merupakan singkatan dari Human Papillomavirus. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi virus yang muncul karena adanya hubungan seksual yang paling umum. Penyakit ini cenderung tidak membahayakan. Meski demikian, apabila pada test smear menunjukkan hasil yang kurang normal, dokter yang memeriksa akan memberikan rujukan untuk dilakukan sebuah uji laboratorium. Untuk mengetahui apakah seseorang terkena penyakit HPV ini adalah dengan melakukan cervical smear atau dengan cara screening kesehatan seksual. Selain itu, proses pemeriksanaan secara rutin perlu dilakukan minimal sekali setiap tiga tahun sekali. Bagi perempuan yang merokok, sebaiknya segera menghentikan kebiasan buruk ini. Sebab dari hasil penelitian menunjukkan fakta adanya keterkaitan antara kebiasaan merokok dan kanker vulva. Selain itu, bagi mereka yang memliki resiko hubungan seks tinggi, sebaiknya menggunakan pelindung kondom pada saat berhubungan seksual.

2. PID Satu dari sepuluh wanita di dunia diduga mengalami masalah yang dikenal dengan nama Pelvic Inflamatory Disease ini. Apabila gangguan ini tidak segera ditangani, akan berdampak pada hilangnya kesuburan seorang wanita. Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya rasa sakit pada bagian pinggul ketika terjadi hubungan seksual. Selain itu, akan muncul pendarahan yang kurang teratur dan pada bagian vagina akan muncul bau yang berbeda dari biasanya. Meski tidak berbahaya, namun sebaiknya segeralah memeriksakan diri apabila mengalami masalah tersebut. Bagi mereka yang sudah terkena masalah ini pada bagian kelamin wanita, bisa menyembuhkan dengan menggunakan antibiotik. Selain itu, untuk mencegah agar tidak terkena gangguan PID ini, seseorang harus bisa menjaga perilaku seksualnya. Hindari melakukan seks bebas tanpa menggunakan pengaman seperti kondom. Selain itu yang paling utama adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin pada dokter spesialis. Hal ini khususnya harus dilakukan oleh mereka yang memiliki resiko tinggi.

3. BV Bacterial Vaginosis kerap dialami perempuan pada usia produktif. Infeksi ini termasuk salah satu jenis masalah yang kerap muncul. Gejala yang mengiringi infeksi ini seperti munculnya rasa gatal yang berlebih, munculnya bau amis serta terjadinya perubahan pada bagian dalam kelamin wanitta. Meski tidak berbahaya, apabila infeksi ini dibiarkan bisa berkembang menjadi PID. Menjaga Kesehatan Kelamin Wanita Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam upaya menjaga kesehatan bagian kelamin wanita. Diantaranya adalah : Membersihkan dengan cairan khusus secara rutin. Pastikan semua perlengkapan yang digunakan saat membersihkan bagian tersebut dalam kondisi steril dan bersih dari kuman. Bergantilah menggunakan pakaian dalam minimal dua kali sehari. Hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat dalam jangka waktu lama. Biasakan hidup sehat. Menghindarkan diri dari perilaku seks bebas. Memeriksakan diri secara rutin ke dokter.

Healthy Miss “V”

FYi, our miss “V” alias vagina itu sangat rentan terhadap infeksi lho. Ini disebabkan karena batas antara uretra (lubang tempat keluarnya air seni) dengan anus dekat sekali, sehingga kuman penyakit seperti jamur, bakteri, parasite, maupun virus, gampang masuk keliang miss “V”. Ditambah lagi kita hidup di daerah tropis yang lembab, yang merupakan tempat subur bagi perkembangan jamur. Maka itu kita wajib untuk lebih perhatian sama bagian tubuh yang satu ini.
Vagina Infection
Infeksi terhadap miss “V” bisa terjadi jika keadaan ekosistem di dalamnya tidak seimbang, misalnya jika tingkat keasaman menurun. Ini menyebabkan pertahanan alamiah juga ikut turun, dan rentan kena infeksi. Bagaimana supaya ekosistem miss “V” kita seimbang? Caranya adalah dengan menjaga suasana asam pada miss “V” anda, yaitu dengan (pH) di kisaran 3,8 – 4,2. Dengan tingkat keasaman ini, lactobacillus (bakteri baik) akan tumbuh subur dan bakteri pathogen alias bakteri yang menyebabkan penyakit akan mati. Kurang dari 3,8 akan menyebabkan lactobacillus mati, sedangkan lebih dari 4,2 akan menyebabkan jamur akan berkembang biak dan mengalahkan lactobacillus.
6 Faktor penyebab ketidakseimbangan pH miss “V”
1. Poor Hygiene
Kurang terjaganya kebersihan miss “V”
2. Illness
Penyakit diabetes mellitus, stress, atau diet yang tidak sehat.
3. Drugs
Penggunaan antibiotic berkepanjangan atau pemakaian kontrasepsi oral.
4. Low Levels of Lactobacillus
Beberapa wanita memang kekurangan bakteri lactobacillus dalam vaginanya.
5. Sperm
Miss “V” butuh usaha ekstra untuk mengembalikan tingkat keasaman ke angka normal setelah bersentuhan dengan sperma. Oleh karenanya, sering bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom dapat menyebabkan vaginosis yaitu peningkatan bakteri jahat di dalam miss “V”.
6. Douching
Proses pembersihan vagina melalui penyemprotan cairan langsung ke bagian dalam miss “V”. Proses ini biasanya dilakukan untuk mengurangi bau tak sedap.
4 Sexually Transmitted Diseases, you should know!
1. Gonorrhea
Disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada perempuan, Gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfekesi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.
2. Klamidia
Penyakit kelamin di sebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Gejalanya pada perempuan adalah keputihan encer berwarna putih kekuningan dan rasa nyeri di rongga panggul.
3. Trichomoniasis Vaginalis
Trikomoniasis disebabkan oleh parasite Trichomoniasis Vaginalis.
Gejalanya adalah:
Miss “V” mengeluarkan cairan encer, berwarna kuning kehijauan , berbusa dan berbau tak sedap.
Vilva agak bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman Nyeri saat buang air kecil.
4. Candidiasis Vagina
Penyakit keputihan yang di sebabkan oleh jamur Candisa albicans. Gejalanya; Keputihan berwarna putih seperti susu, bergumpal, disertai rasa gatal dan panas juga kemerahan pada area miss “V” dan sekitarnya.
Maintain a Healthy Miss “V”
Good Healthy Diet
Jangan terlalu banyak makan makanan yang megnandung gula dan perbanyak konsumsi yogurt.
Wear Cotton Underwear
Jangan gampang tergoda underwear yang lucu-lucu tapi bahannya tidak baik untuk kesehatan miss “V”. Pili bahan katun yang sangat baik menyerap keringat. Sehingga miss “V” tetap terjaga kelembabannya.
Keep it Clean
Cara yang paling aman adalah dengan membasuh bagian di antara vulva (bibir mis “V”) secara hati-hati dengan menggunakan air bersih sesudah buang air kecil.
Cara membasuh yang benar adalah dari arah depan (miss “V”) ke belakang (anus), jangan terbalik, karena akan menyebabkan bakteri yang ada di sekitar anus terbawa ke depan.
Non-perfumed is better
Kalaupun anda memilih untuk membersihkan miss “V” bagian luar dengan cairan khususnya, pilih yang tidak mengandung pewangi yang berlebihan.
Avoid tight-fitted clothing
Sebisa mungkin hindari pemakaian celana ketat terlalu lama, seperti bicycle pants, baju renang, baju senam dan celana ketat lainnya karena membuat miss “V” sulit bernafas.
Don’t Scratch
Gatal adalah salah satu tanda infeksi, menggaruk akan membuat keadaan semakin buruk. Lebih baik langsung ke dokter!.
Sumber: Berbagai Sumber

Manfaat Mengkonsumsi Berbagai Jenis buah dan Sayur

1. BAYAM

Bermanfaat untuk membersihkan kuman di usus dan memperbarui alat pencernaan makanan, sembelit, mencegah penyakit gusi, dan menghindarkan keguguran, impotensi serta kemandulan.

2. BAWANG PUTIH

Membersihkan kuman diusus, menyembuhkan penyakit darah tinggi dan mengeluarkan racun – racun dalam tubuh.

3. BIT

Bermanfaat untuk pembuat sel darah merah, dapat membersihkan hati, ginjal dan kandungan empedu serta merangsang aktifnya kelenjar-kelenjar tubuh.

4. BROCOLI

Sebagai pembersih tubuh dan dapat mengurangi berat badan

5. KETIMUN

Banyak mengandung vitamin A, B, C, juga mengandung Potassium, Zat besi dan Magnesium, Silikon dan Khlor. Selain itu juga bermanfaat untuk melancarkan buang air kecil. Dapat bermanfaat menumbuhkan rambut. Campuran sari Ketimun , Wortel dan Bit berguna untuk menyembuhkan penyakit Rematik.

6. KUBIS ATAU KOL

dapat menyembuhkan borok perut.

7. SELADA

Sebagai pembuat sel syaraf dan jaringan sel paru-paru, juga untuk pertumbuhan rambut, penyakit lambung dan perut.

8. SELEDRI

Membersihkan sisa-sisa makanan dalam usus, penguat urat syaraf dan pembuang CO2 dalam tubuh.

9. STROWBERI

Pembersih muka yang terbaik, bila diminum setiap hari akan memberikan manfaaat dalam penyembuhan hati lemah, kulit yang terkelupas, sembelit, radang selaput lendir dan sebagai obat kuat terhadap kelenjar-kelenjar dan syaraf.

10. TOMAT

Bermanfaat untuk kesehatan mata, tulang dan gigi serta anti kanker.

11. WORTEL

Pelarut yang baik untuk borok dan kanker, melindungi susunan syaraf serta menghindari kemandulan.

Salam sehat