Kandungan Gizi Pisang

 Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning  ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.


Perlu disadari, istilah “pisang” juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas pisang penghasil buah konsumsi serta kerabatnya yang berkaitan.

Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif. Hanya sedikit yang dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur, seperti ‘Gros Michel’ dan ‘Cavendish’. Jenis-jenis lain biasanya ditanam berkelompok di pekarangan, tepi-tepi lahan tanaman lain, serta tepi sungai.

Serat pisang digunakan dalam produksi kertas pisang. Pisang kertas digunakan dalam dua pengertian yang berbeda: untuk merujuk ke kertas yang dibuat dari kulit kayu dari tanaman pisang, terutama digunakan untuk tujuan artistik, atau kertas dibuat dari serat pisang, diperoleh dengan proses industri dari batang dan buah non-bermanfaat . Kertas itu sendiri bisa berupa buatan tangan atau dalam proses industri.

Kandungan Gizi Pisang, mentah, bagian yang dapat dimakan Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
Energi 371 kJ (89 kcal)
Karbohidrat 22,84 g
Gula 12,23 g
Diet serat 2,6 g
Lemak 0,33 g
Protein 1,09 g
Vitamin A equiv. 3 mg (0%)
Thiamine (Vit. B1) 0,031 mg (2%)
Riboflavin (Vit. B2) 0,073 mg (5%)
Niacin (Vit. B3) 0,665 mg (4%)
Asam pantotenat (B5) 0,334 mg (7%)
Vitamin B6 0,367 mg (28%)
Folat (Vit. B9) 20 mg (5%)
Vitamin C 8,7 mg (15%)
Kalsium 5 mg (1%)
Besi 0,26 mg (2%)
Magnesium 27 mg (7%)
Fosfor 22 mg (3%)
Kalium 358 mg (8%)
Seng 0,15 mg (1%)
Satu pisang 100-150 g.
Sumber: USDA Nutrient database

Salam Sehat

Kandungan Vitamin dan Gizi Pisang

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.

Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

 Energi

Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.

Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.

Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.

Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya.

Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.

Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

Mineral

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.

Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).

Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.

Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.

Salam Sehat

Sudahkah Anda Menyantap Pisang Hari Ini?

Suara merdeka.com ASUPAN pisang secara teratur ternyata berdampak penting bagi kesehatan. Sejumlah peneliti telah membuktikan, buah tropis ini kaya akan manfaat. Jadi rasanya rugi jika kita hidup di negeri tropis, tetapi tidak memanfaatkan khasiat buah yang satu ini. Yuk, kita intip sejumlah manfaat buah pisang!

1. Sumber Tenaga
Karena teksturnya yang lembut, pisang dapat dicerna dengan mudah, sehingga gula yang terdapat di dalamnya akan diubah menjadi sumber tenaga yang baik untuk pembentukan tubuh, kerja otot dan juga sangat bagus untuk menghilangkan lelah.

2. Kurangi Risiko Stroke
Pisang punya banyak kandungan kalium dan potasium. Zat ini fungsinya adalah membantu sistem sirkulasi tubuh, hingga peredaran oksigen ke otak menjadi lancar. Kalium juga membantu denyut jantung menjadi teratur. Karenanya, pisang juga mengurangi risiko terjadinya stroke dan mengatur tekanan darah agar normal.

3. Rileks dengan Pisang
Pisang mengandung potasium, yaitu mineral vital yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ketika mengalami stress, metabolisme tubuh akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium tubuh. Dengan pisang, potasium dalam tubuh kadarnya akan seimbang.

4. Meningkatkan Kesehatan Otak
Pada sebuah penelitian dengan responden 200 orang siswa, pengaruh konsumsi pisang terhadap tingkat konsentrasi dikorelasikan. Hasilnya, pelajar yang memakan pisang tiga kali sehari sebagai pencuci mulut terlihat mengalami peningkatan konsentrasi dan daya tangkap.

5. Mengontrol Temperatur
Di beberapa negara pisang dipandang sebagai makanan pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir dengan temperatur sejuk.

6. Atasi Morning Sick Ibu Hamil
Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan. Di samping itu pisang juga membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi morning sick.

7. Teman Berdiet
Kandungan gula dalam pisang memang jauh lebih tinggi daripada buah-buah segar lainnya. Namun, kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah membuat pisang baik digunakan sebagai makanan diet. Selain gizinya bisa mencukupi, pisang juga cukup baik untuk mengganjal perut karena bisa membuat kenyang.

8. Kurangi Kram Saat Menstruasi
Bagi perempuan yang kerap mengalami sakit perut saat sedang menstruasi, mengkonsumsi pisang bisa meringankan kram tersebut. Kandungan vitamin B6 dalam pisang cukup tinggi, sehingga membantu mengurangi kadar gula dalam darah yang merusak mood dan membuat sakit bulanan berkurang.

9. Penderita Lever
Bagi penderita lever, dua buah pisang sehari dengan tambahan satu sendok madu, akan baik untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan kerja lever.

10. Sembuhkan Luka Bakar
Belum banyak yang mengetahui, jika daun pisang dapat mengobati luka bakar. Caranya, kulit yang terbakar dioles dengan campuran abu daun pisang dan minyak kelapa. Campuran ini mampu mendinginkan kulit yang terbakar.

11. Mengobati Bekas Gigitan Nyamuk

Wow, kulit pisang ternyata juga dapat mengobati bentol-bentol bekas gigitan nyamuk. Caranya, oleskan sedikit kulit pisang bagian dalam ke bentol kulit tersebut untuk mengurangi gatal dan bekas merahnya.

Sebelas poin ini merupakan sebagian kecil dari manfaat buah pisang. Dengan mengetahui khasiat tersebut, masihkah Anda malas menyantap buah pisang? Mulai hari ini, sediakan selalu pisang di atas meja makan Anda!

(Diantika PW/CN27)

Salam Sehat

Siasat Bersihkan Miss V Saat Menstruasi

SAAT menstruasi, tak berarti Miss V terabaikan kebersihan nya. Justru, serangkaian kebersihan perlu dilakukan untuk menjaga higienitas alat genital Anda.

Aktivitas padat sering kali membenamkan agenda untuk membersihkan Miss V. Namun, jangan pernah meninggalkannya jika Anda tak ingin terjadi infeksi atau gangguan mengancam kelangsungan alat kelamin Anda. Berikut beberapa tip menjaga kebersihan Miss V selama menstruasi, sebagaimana dilansir Boldsky.

1. Siapkan handuk kecil, tisu, gel pembersih tangan, pembalut, air minum, dan cokelat untuk meredakan rasa sakit. Handuk kertas akan membantu dalam pengeringan Miss V, gel pembersih tangan agar tetap kering dan berbau segar, serta pembalut untuk cadangan pengganti. Sedangan air minum dan cokelat untuk memberikan Anda energi dan membuat Anda merasa lebih baik.

2. Keringkan area atas toilet dengan kertas sebelum digunakan. Tambahkan setetes pembersih dari tombol flush untuk membersihkannya.

3. Jangan pernah pelit dalam penggunaan pembalut. Sering-seringlah ganti pembalut terutama ketika darah yang keluar sedang banyak-banyaknya. Buang dan ganti pembalut dengan yang baru setelah beberapa jam tertentu untuk menghindari bau karena keringat dan iritasi kulit akibat pembalut yang lembap.

4. Rendam pakaian bernoda dalam air sabun hangat dan cuci setelah beberapa menit. Penumpukan sampai pakaian bernoda lama akan membuat noda membandel dan bau tak sedap setelah dicuci.

5. Selama menstruasi jangan pernah menumpuk celana kotor bekas pakai dengan pakaian lain agar kuman tak menyebar. Segera cuci bersih dan jemur. (ind) (tty)

Salam Sehat

Stres ternyata Menambah Kekebalan Tubuh


KITA pasti sudah mendengar begitu banyak hal negatif terkait dengan stres. Namun, di sisi lain, merasakan stres ternyata juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

“Stres jangka pendek ternyata merangsang aktivitas kekebalan tubuh,” kata Firdaus Dhabhar, profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari Universitas Stanford Institute.

Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk penyembuhan luka dan mencegah atau melawan infeksi, menurut Journal of Psychoneuro endocrinology.

Menurut pihak universitas, hasil penelitian di Stanford dan dua universitas lainnya menunjukkan bahwa membuat tikus laboratorium merasakan stres ringan menyebabkan peningkatan kekebalan sel ke dalam aliran darah dan kemudian ke kulit dan jaringan lain.

“Ini juga menimbulkan migrasi skala besar dalam kekebalan sel tubuh yang berlangsung selama 2 jam,” kata Dhabhar.

Tim peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa redistribusi kekebalan sel serupa pada pasien yang mengalami stres jangka pendek pascaoperasi membuat proses pemulihannya lebih baik.

Mereka juga mampu menunjukkan bahwa redistribusi besar sel kekebalan seluruh tubuh itu dimotori oleh tiga hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal, dalam jumlah yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Hal tersebut terjadi saat tubuh terangsang akibat stres.

“Tubuh kita secara alami memiliki respons melawan stres. Itu untuk membantu kita, bukan membunuh,” kata Dhabhar yang telah melakukan percobaan selama lebih dari satu dekade pada efek dari hormon stres pada sistem kekebalan tubuh.

Temuan ini memberikan gambaran yang lebih persis bagaimana pikiran memengaruhi aktivitas kekebalan tubuh.(MI/Times of India/DSY)

Anggur, Pelindung Kulit dari Sinar UV

KOMPAS.com – Mungkin di antara kita belum banyak yang tahu secara mendalam manfaat buah anggur. Selain rasanya yang manis, buah ini dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh.

Namun baru-baru ini peneliti di University of Barcelona and the CSIC (Spanish National Research Council) menemukan satu lagi manfaat dari buah anggur. Mereka mengklaim, senyawa tertentu yang hadir dalam anggur dapat melindungi kulit dari paparan radiasi sinar UV matahari yang berbahaya.

Penelitian tersebut menemukan bahwa zat-zat yang terkandung dalam anggur mampu menurunkan tingkat kerusakan sel pada kulit akibat radiasi sinar matahari yang bisa menyebabkan kanker kulit. Seperti diketahui, Sinar UV yang terpapar ke kulit akan mengaktifkan spesies oksigen reaktif atau (ROS) yang menyebabkan oksidasi makromolekul pada DNA dan Lipid. Sehingga, pada akhirnya akan mengaktifkan reaksi enzim tertentu yang menyebabkan kematian sel.

Para peneliti mengamati bahwa zat polifenol tertentu yang diekstrak dari buah anggur dapat menghambat pembentukan sel epidermis ROS yang telah terpapar gelombang panjang  (UVA) dan gelombang menegah (UVB).  Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa senyawa polifenol dapat membantu melindungi kulit dari sinar ultraviolet matahari.

Menurut peneliti, sejumlah produk kosmetik perawatan kulit sudah memanfaatkan anggur sebagai bahan dasar pembuatannya, namun mereka tidak sepenuhnya memahami cara pengolahannya. Para peneliti berharap temuan ini akan terus dikembangkan sehingga kedepannya khasiat buah anggur bisa lebih dimanfaatkan.

Manfaat Buah Anggur bagi Kesehatan

Anggur merupakan tumbuhan mungil yang cantik dengan warna yang beraneka ragam ada merah, hijau, ataupun ungu yang memiliki Manfaat Buah Anggur yang luar biasa untuk kesehatan anda .

Buah anggur tidak hanya sumber dari vitamin A, C, B6 dan folate yang baik. Tetapi juga sumber mineral penting lainnya seperti potassium, calcium, iron, phosphorus, magnesium dan selenium. Semua vitamin tersebut sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Inilah beberapa khasiat kesehatan dari buah anggur seperti yang dikutip dari Idiva.

1. Asma

Anggur memiliki kekuatan assimilatory yang dapat meningkatkan kadar air dalam paru-paru. Hal ini sangat baik bagi penderita asma karena dapat mengurangi masalah sesak nafas.

2. Antibakteri

Anggur merah memiliki kandungan antibakterial dan antivirus yang kuat, sehingga dapat melindungi tubuh dari infeksi.

3. Alzheimer

Penelitian menunjukan bahwa anggur dapat meningkatkan kesehatan otak dan menghindari dari penyakit Alzheimer. Hal ini dikarenakan anggur mengandung resveratol, yakni sebuah polifenol yang mengurangi tingkat amyloidal beta peptides pada penderita Alzheimer.

4. Kanker payudara

Penelitian juga menunjukkan bahwa jus anggur yang berwarna ungu membantu dalam mencegah kanker payudara yang secara signifikan mengurangi massa tumor pada payudara.

5. Sembelit

Anggur mengandung asam organik, gula, selulosa yang dikenal sebagai pencahar. Manfaat ini sangat baik untuk mengatasi keluhan sembelit atau susah buang air besar.

6. Kelelahan 

Jus anggur mengandung energi instan. Jus anggur yang kaya akan zat besi dapat mengurangi kelelahan diimbangi dengan istirahat yang cukup.

7. Penyakit jantung 

Tingkat oksida nitrat dalam darah akan meningkat ketika Anda mengonsumsi buah anggur, yang bermanfaat untuk mencegah pembekuan dan mengurangi risiko penyakit jantung. Antioksidannya juga dapat menghentikan oksidasi kolesterol LDL yang menghambat pembuluh darah.

8. Pencernaan

Bila Anda menderita gangguan pencernaan, ada baiknya Anda mengonsumsi anggur. Anggur juga baik untuk mengatasi masalah perut lainnya.

9. Migrain

Minum jus anggur murni tanpa campuran air di setiap pagi dapat menyembuhkan penyakit migrain atau sakit kepala sebelah.

Anggur juga merupakan buah tambahan racikan dari Xamthoneplus, simak artikel ini : 

Proses Produksi Xamthone Plus

 

Salam Sehat

 

Buah Anggur Buat Badan Langsing

KOMPAS.com – Bila Anda ingin langsing dan menjaga berat badan tetap ideal, tidak ada salahnya untuk rutin mengonsumsi buah anggur. Sebuah riset terbaru mengindikasikan, senyawa yang ditemukan dalam minuman anggur merah, buah anggur dan beberapa jenis buah lain yang mirip dengan struktur resveratrol, mampu memblok proses seluler yang memungkinkan sel-sel lemak untuk berkembang.

Kee-Hong Kim  dan Jung Yeon Kwon, dua ilmuwan dari Purdue University dalam Journal of Biological Chemistry melaporkan, senyawa pada anggur yang disebut piceatannol memiliki kemampuan untuk memblok sel lemak yang belum matang untuk tumbuh dan berkembang.

Peneliti mengatakan, piceatannol memiliki struktur yang mirip dengan resveratrol – senyawa yang ditemukan dalam buah anggur dan kacang tanah yang diperkirakan mampu membantu memerangi kanker, penyakit jantung dan penyakit neurodegeneratif.  Menurut para ilmuwan, piceatannol mungkin dapat menjadi senjata penting untuk melawan obesitas. Resveratrol diubah menjadi piceatannol pada manusia setelah konsumsi.

“Piceatannol sebenarnya dapat mengubah ekspresi gen, fungsi gen dan kerja insulin selama adipogenesis (proses awal sel lemak berubah menjadi sel lemak matang),” kata Kim.

“Dengan keberadaan piceatannol, kita dapat melihat adanya penundaan atau hambatan proses adipogenesis,” tambahnya.

Kim menerangkan, selama periode 10 hari atau lebih, sel-sel lemak yang ada di dalam tubuh biasanya belum terlalu matang, fase ini disebut preadipocytes. Namun setelah melalui beberapa tahapan, sel-sel lemak itu berubah menjadi matang, atau biasa disebut adipocytes.

“Kami menganggap, proses adipogenesis adalah target yang tepat untuk menunda atau mencegah akumulasi sel lemak,” katanya.

Kim menambahkan, piceatannol mampu mengikat reseptor insulin dari sel-sel lemak yang belum matang pada tahap pertama proses adipogenesis. Piceatannol juga bekerja dengan menghalangi jalur sel-sel lemak untuk berproduksi dan tumbuh.

Piceatannol adalah salah satu dari beberapa senyawa yang saat ini tengah diteliti manfaatnya untuk kesehatan, yang juga hadir dalam jumlah berbeda pada biji dan kulit anggur, blueberry, markisa, dan buah lainnya.

Kim mengkonfirmasikan bahwa temuan yang saat ini dilakukannya didasarkan pada sistem kultur sel, dengan menggunakan model hewan obesitas. “Kita masih perlu bekerja untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan dari piceatannol untuk menciptakan efek biologis,” tutup Kim.

Sumber :
Salam Sehat

Buah Leci, Si Pencegah Hipertensi

LECI yang manis kaya zat gizi karena mengandung kadar vitamin C dan kalium yang tinggi. Zat-zat yang ada dalam leci dapat mencegah dan mengobati aneka penyakit, antara lain batuk, luka lambung, dan hipertensi.

Buah leci (Litchi chinensis Sonn) berasal dari provinsi Kwantung dan Fukien di Cina Selatan. Pada tahun 1873 tanaman ini menyebar ke Hawaii, kemudian ke Florida, AS pada tahun 1883. Provinsi Kwantung dan Fukien di Cina terkenal sebagai produsen terbesar buah leci, diikuti oleh India dan negara-negara lainnya.

Di Indonesia, tanaman leci belum begitu populer. Namun, karena memiliki cita rasa yang unik dan nilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga telah mulai dicoba dibudidayakan di Bali (Gianyar, Tabanan, Badung) dan Cianjur.

Leci merupakan tanaman subtropis yang termasuk ke dalam famili Sapindaceae atau soapberry. Dikenal dengan beberapa istilah, seperti lichi, litchi, lichee, laichi, leechee, atau lychee. Buah leci memiliki harga jual yang tinggi, baik dalam keadaan segar maupun dalam bentuk olahan.

Padat Gula  
Kandungan air pada buah leci cukup tinggi, yaitu sekitar 77 – 83 persen, kadar energinya mencapai 66 kkal per 100 gram. Sebagian besar energi berasal dari karbohidrat (gula), yaitu sebesar 59,5 kkal, sisanya dari protein dan lemak berturut-turut sebesar 2,8 kkal dan 3,7 kkal. Kandungan karbohidrat pada buah leci cukup tinggi (16,53 g per 100 g buah) yang terdiri dari berbagai jenis gula.

Leci mengandung sukrosa dan glukosa melimpah, sehingga mengonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya. Kandungan gula yang terkandung pada leci sangat bervariasi tergantung dari varietas, tetapi umumnya mencapai 10–13 persen. Leci juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber) yang lumayan, yaitu sekitar 1,3 g per 100 g daging buah.

Kadar lemak pada buah leci sangat rendah, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua kelompok usia, termasuk juga bagi yang sedang berdiet untuk mempertahankan atau menurunkan berat badan. Karena itu, tidak ada batasan berapa banyak leci yang sebaiknya dikonsumsi per harinya.

Vitamin C dan Kalium
Vitamin yang paling menonjol pada buah leci adalah vitamin C dengan kadar 71,5 mg per 100 gram daging buah. Dengan mengonsumsi 100 gram buah leci, sudah dapat memenuhi lebih dari 100 persen kebutuhan vitamin C dalam sehari.

Vitamin C merupakan antioksidan alami yang sangat berguna untuk melawan serangan radikal bebas, penyebab penuaan dini, dan berbagai penyakit kanker. Berdasarkan keyakinan tersebut, dewasa ini vitamin C banyak ditambahkan ke dalam berbagai produk pangan olahan.

Mineral yang menonjol pada buah leci adalah potasium 171 mg, fosfor 31 mg, magnesium 10 mg, dan kalsium 5 mg. Walaupun dengan kadar yang rendah, leci juga mengandung zat besi, seng, tembaga, natrium, selenium, serta mineral lainnya.

Kalsium, fosfor, dan magnesium merupakan tiga serangkai mineral penting untuk pembentukan tulang dan kerangka tubuh yang normal, sehingga sangat dibutuhkan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan juga oleh orang dewasa untuk menghambat laju osteoporosis.
Tembaga merupakan salah satu mineral antioksidan. Kekurangan mineral ini dapat menggangu mekanisme normal tubuh dalam mengeliminasi keberadaan radikal bebas yang senantiasa terbentuk di dalam tubuh.

Mineral tembaga (Cu) dapat membentuk kompleks dengan sistem enzim antioksidan Superoksida Dismutase (SOD) yang berperan dalam menetralisasi radikal superoksida.
Hal yang sangat menarik perhatian dari komposisi mineral leci adalah perbandingan antara potasium (K) dan sodium (Na) yang sangat tinggi, yaitu 171:1. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena makanan olahan yang kita konsumsi sehari-hari umumnya mengandung Na tinggi, tetapi sangat rendah K. Hal tersebutlah yang menyebabkan semakin meningkatnya jumlah penderita hipertensi di Indonesia.

Kalium (disebut juga sebagai potasium) sangat berperan penting dalam meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Dengan demikian, patut disayangkan jika proses pengolahan pangan seringkali menyebabkan rendahnya rasio kalium terhadap natrium, akibat pemakaian garam dapur dan MSG (penyedap rasa) yang berlebihan.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi K diharapkan dapat mengimbangi tingginya Na akibat konsumsi makanan yang banyak mengandung MSG dan garam. Rasio Na dan K dalam makanan sehari-hari yang sangat dianjurkan adalah 1:1. Komposisi gizi secara lengkap dari buah leci dapat dilihat pada Tabel 1.

Kadar asam pada buah leci mencapai 0,20–0,64 persen. Jenis asam paling dominan adalah asam malat yang mencapai 80 persen, sedangkan 20 persen sisanya terdiri dari asam sitrat, suksinat, levulinat, fosfat, glutarat, malonat, dan asam laktat. Kombinasi gula dan berbagai jenis asam tersebut menyebabkan leci memiliki cita rasa yang manis dan menyegarkan.

Obati Batuk dan Luka Lambung
Dalam sejarah pengobatan, buah leci dipercaya dapat mengobati batuk serta memiliki efek yang menguntungkan untuk menyembuhkan gastralgia, tumor, dan pembesaran kelenjar.

Telah dilaporkan bahwa pemberian leci segar di Florida, dapat menyembuhkan luka lambung, sehingga penderita yang sebelumnya merasa terganggu dapat kembali menikmati makanan dengan enak. Penyebab pasti dari hal tersebut belum diketahui secara ilmiah.

Seperti halnya buah lengkeng dan aprikot, buah leci juga tergolong ke dalam buah yang bersifat panas (karena kebanyakan matang di hawa dingin), sehingga sangat cocok dikonsumsi kelompok orang yang badannya lemah dingin.

Energi vital dan limpa mereka kebanyakan lemah, metabolisme dasarnya rendah, tubuhnya kurang menghasilkan energi, kaki dan tangannya juga terasa dingin di hari-hari yang panas sekalipun. Wajah mereka lebih putih daripada orang biasa, dan jarang merasa haus, serta tidak suka mengonsumsi makanan dingin.  Buah-buahan yang bersifat panas sangat bermanfaat bagi mereka.

sumber: kompas.com

Jus Nanas Pengusir Penyakit

Musim hujan penyakit seperti flu perlu diwaspadai. Perubahan cuaca membuat tubuh mudah sekali terkena virus. Bagaimana mengatasinya? Menjaga kondisi badan ditengah perubahan cuaca memang gampang-gampang susah. Jika gejala flu mendera dan Anda sedang tidak ingin ke dokter, coba atasi dengan resep sehat melawan flu.

Anda pernah makan nanas? Jenis buah kaya vitamin C ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi dan mencegah flu. Buah nanas memiliki kemampuan membuat sistem pertahanan tubuh menjadi lebih solid. Kandungan vitamin A, C, kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain yang tersimpan di dalamnya merupakan amunisi tangguh yang bisa mematahkan serbuan virus dan penyakit, seperti tumor, penyempitan pembuluh darah dan beri-beri.

Nanas berpotensi menjadi tanaman obat. Enzim bromelain di dalamnya berkhasiat sebagai anti radang, membantu melunakan makanan di lambung, menggangu pertumbuhan sel kanker dan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kandungan serat pada nanas yang cukup tingi, cocok untuk mengobati sembelit. Makan buah nanas sama artinya mengkonsumsi obat pencahar. Efeknya, buang air besar lebih lancar.

Untuk mengatasi flu, coba kombinasikan jus nanas dan buktikan khasiatnya. Berikut ini resep ampuh cegah flu. Bahannya, siapkan satu buah jeruk, setengah buah nanas, setengah cangkir buah stroberi, satu buah pisang. Blender semua bahan sampai lunak dan halus. Minum jus ini dua kali sehari untuk meredakan flu atau untuk mencegahnya.

Tak hanya untuk mengusir flu, bagi wanita yang sering mengalami sakit saat menstruasi juga bisa mencoba jus nanas untuk mengatasi nyeri saat datang bulan. Caranya, siapkan setengah centimeter jahe, setengah buah nanas, dua cangkir buah ceri yang telah dibuang bijinya, satu buah apel dan satu gelas air putih. Masukan semua bahan ke dalam blender, lumat hingga halus. Untuk menyegarkan, bisa ditambahkan dengan es batu atau masukan ke dalam lemari es agar dingin. Konsumsi jus nanas dua kali sehari sebelum atau selama haid. Jika rutin resep ini bisa membantu Anda mengatasi nyeri bulanan. Selamat mencoba.

sumber : kabarinews.com

salam sehat